1. Memberi maaf ketika kita sedang marah.
Pemaaf itu mulia disisi Allah, maka kita sebagai hambaNya harus mempunyai segudang bahkan sebanyak-banyaknya pintu maaf Allah saja yang mempunyai segalanya mau memaafkan kita, apalagi kita sebagai manusia biasa untuk memberikan maaf pada sesama. Ketika ada saudara kita yang meminta maaf, jangan terselip di hati kita ada perasaan, hmmm.. orang ini telah membela diri atas perbuatannya, sifat inilah yang akan menimbulkan rasa benci dan dendam, kita harus berbaik sangka dengan niat baik saudara-saudara kita, Rasululloh shallallahu ‘ alaihi wa sallam dihina dicaci dan dimaki oleh para musuhnya. Beliau membalasnya dengan kebaikan, bukan benci apalagi dendam karena sifat ini tidak akan menyelesaikan masalah bahkan akan menjadi penyakit hati yang akan merusak ibadah serta amal juga bisa mematikan ” potensi baik ” untuk diri kita sendiri juga orang lain. Ketika kita melihat ada kejelekan saudara kita ingat masih banyak kebaikan yang dilakukannya. Manusia itu bersama sifat salah dan lupa. Begitu rahmanNya Allah diberikan hambanya kesempatan untuk beristigfar begitu egoisnya kita. Ketika melihat kesalahan seseorang langsung membencinya memvonis semua yang dilakukannya salah bahkan banyak jasa baiknya kepada kita, kita lupakan.
2. Bersikap dermawan pada saat-saat krisis ( sedang butuh )
Sifat Dermawan, Allah sangat cinta dengan hambanya yang dermawan dan Allah lebih cinta lagi kepada hamba yang miskin tetapi dia dermawan. Bagaimana tidak disaat kita butuh kita harus memberi. Disinilah kita diuji. Allah akan melihat siapa diantara hambaNya, yang paling baik amalnya.
3. Menjaga diri dari perbuatan dosa ketika tidak ada orang lain (yang melihat kita).
Sangatlah mudah buat seseorang untuk berbuat dosa ketika tidak ada orang lain yang melihatnya, hal ini tidak akan terjadi jika Allah adalah kontrol kita selalu merasa diawasi Allah karena perbuatan dosa menjadikan diri seseorang tidak tenang, sebab bertentangan dengan hati nuraninya, sebelum kita melakukan sesuatu mintalah nasihat dari hati nurani kita sendiri. Hati nurani tidak bisa didustakan, ketika didustakan maka tidak membuat tenang sipelakunya.
4. Mengatakan yang haq ( benar ) kepada orang yang kita harapkan kebaikan darinya atau orang yang kita takuti.
Berat untuk mengatakan yang baik kepada orang yang kita harapkan kebaikannya atau orang yang kita takuti karena kita akan tahu resiko yang akan kita dapati setelah itu, disini kita butuh kebersihan hati dalam memutuskan sesuatu apapun resikonya yang penting Allah Ridho, kita lebur keinginan kita dengan apa yang Allah inginkan bukan sebaliknya. Alloh akan memenuhi hak-hak kita ketika kita telah memenuhi hakNya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar